Bener, Cis!!
Ane setuju 100% sama ente,
ternyata banyak lirik lagu kita yang memang kurang bermutu..
Ya, sebenarnya di sini peran kita sebagai mahasiswa (cie….)
untuk memperbaikinya……………
Paling tidak mulai dengan 3M Aa Gym (Mulai dari sendiri,
mulai dari hak yang kecil, dan mulai sekarang juga)
Then, menurut pendapatku,,gak hanya sekecil itu “HANTAMAN PERADABAN”
yang kita hadapi sekarang ini. Bahkan, lingkupnya sebenarnya sangat
besar….
For example:
(1).penggunaan bahasa gaul sekarang ini disinyalir
juga mengandung muatan ideologis… kayak kata2
“CAPEK, DEH!”;”YUK, YA, YUK!”;
-mungkin gitu loh juga-dan dsb lah.
Kata-kata seperti itu, menurut ustadz ane punya
tujuan global yang tak kita sadari.
Tujuan besarnya supaya nantinya komunitas kaum
gay and lesbi bisa diterima masyarakat dan pada
akhirnya diterima dan disahkan oleh UU negara.
Hal ini udah terjadi, lho di Belanda.
lho koq bisa, begini tahapannya,
caranya- mereka mulai memasyarakatkan
kebiasaan/tingkah laku/ucapan mereka dalam
masyarakat. Akhirnya, ketika mereka dihadapkan
pada kaum gay or lesbi betulan, “diharapkan”
masyarakat kita gak kaget dengan yang gituan.
and then, ya mereka dapat diterima masyarakat
kita dengan baik
(2)Penayangan acara kuis di televisi, terutama
ANTV mulai dari super rejeki 1 Milyar, super
deal 2 Milyar, dan Super Milyarder 3 Milyar..
Hati2!!!!bukan sembarangan kuis tuh….
ANTV menayangkan tuh acara dimulai
setelah sebagian saham kepemilikannya dibeli
oleh STAR TV dari Cina (bukti: lihat logo
ANTV yang baru, ada gambar star/bintang
di sebelah kiri tulisan ANTV).
STAR TV itu, menurut teman ane, merupakan
stasiun televisi yang sangat “konsen” pada
acara-acara judi….
Jadi, acara-acara kuis yang di ANTV pun
kalau kita lihat lebih seksama “terindikasi
judi” semua.
Super rejeki cuman nebak lebih tinggi
atau lebih rendah- yang anak TK pun
bisa.
Super Deal juga gak kalah judinya.
Nebak yang ga jelas dengan mempertaruhkan
apa yang kita dapat.
SuperMilyarder lebih mending…tapi
menurut ane juga masih ada judi-nya
dikit-dikit.
==_Kesimpulan poin2: masyarakat
Indonesia sengaja dibenturkan pada
mimpi-mimpi yang dalam kondisi sekarang
mereka jelas g bisa dapatkan;
dan penanaman sikap ingin mendapat
sesuatu dengan instan- gak mau repot
serta kerja keras_
(3)Tayangan stasiun lain juga ada yang
gak kalah bahaya-nya..TPI, yang dulunya
Televisi Pendidikan Indonesia sekarang
gak ada “pendidikane blabar blas”
Banyak tayangan dangdut yang melemahkan
iman..tayangan misteri dan yang menjual
apa2 yang ada “ilahi”nya (masya Allah).
btW, ada g ya teman2 yang mau jadi pemain
sinetron TPI?….bayarannya gede lho!!!
…tapi judulnya “Azab Illahi” (hwalah!!)
Kesimpulan:
Slogan TPI mestinya diganti dari
“makin asyik aja” menjadi
“MAKIN (F)ASIK AJA”
Kiranya cukup sekian….
Alhaqqu min rabbika fala takun minal mumtarin
Zulhanief Matsani
ex-3IPA3